Perbedaan Pijat dan Pijat Refleksi: Panduan Memahami Manfaat & Tekniknya
Perbedaan Pijat dan Pijat Refleksi – Perawatan tubuh tradisional semakin populer di Indonesia, terutama karena gaya hidup modern membuat banyak orang merasa cepat lelah, stres, dan pegal. Dua jenis perawatan yang paling sering dipilih adalah pijat biasa dan pijat refleksi. Meski keduanya sama-sama memberikan rasa nyaman, ternyata terdapat banyak Perbedaan Pijat dan Pijat Refleksi dari segi teknik, fokus, manfaat, hingga sensasi setelah perawatan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami mengenai perbedaan keduanya, sehingga kamu bisa memilih jenis pijat yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.

1. Apa Itu Pijat Biasa / Tradisional
Pijat biasa atau body massage adalah metode perawatan tubuh yang bertujuan untuk merilekskan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi ketegangan tubuh. Pijat ini menggunakan gerakan tangan pada permukaan tubuh, mulai dari punggung, bahu, leher, tangan, kaki, hingga kepala.
Ciri-Ciri Pijat Biasa
-
Menggunakan minyak pijat atau aromaterapi.
-
Gerakannya lembut, berulang, dan menenangkan.
-
Berfokus pada otot dan jaringan luar tubuh.
-
Tekniknya bervariasi tergantung jenisnya, seperti pijat tradisional, Swedish massage, atau Balinese massage.
Tujuan Utama Pijat Biasa
-
Merilekskan otot-otot yang tegang
-
Mengurangi rasa pegal
-
Mengurangi stres dan kecemasan
-
Meningkatkan aliran darah
-
Meningkatkan kualitas tidur
Pijat biasa sering menjadi pilihan untuk relaksasi menyeluruh, terutama bagi mereka yang bekerja dalam posisi yang sama selama berjam-jam atau mengalami nyeri otot.

2. Apa Itu Pijat Refleksi?
Pijat refleksi adalah teknik terapi yang berfokus pada titik-titik saraf tertentu pada telapak kaki, tangan, atau telinga. Setiap titik diyakini memiliki hubungan langsung dengan organ-organ dalam tubuh, seperti paru-paru, jantung, liver, ginjal, hingga usus.
Ciri-Ciri Pijat Refleksi
-
Tidak fokus pada seluruh tubuh, hanya bagian tertentu seperti kaki.
-
Menggunakan tekanan acupressure pada titik refleksi.
-
Dapat dilakukan dengan tangan atau alat khusus.
-
Biasanya tidak menggunakan minyak pijat.
Tujuan Utama Pijat Refleksi
-
Menstimulasi kerja organ tubuh
-
Melancarkan peredaran darah
-
Menghilangkan stres
-
Meningkatkan energi tubuh
-
Membantu detoksifikasi alami
Pijat refleksi sangat cocok bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan organ internal atau sering mengalami masalah seperti masuk angin, pusing, atau gangguan pencernaan.

3. Perbedaan Pijat dan Pijat Refleksi Secara Umum
Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan mengenai Perbedaan Pijat dan Pijat Refleksi:
| Aspek | Pijat Biasa | Pijat Refleksi |
|---|---|---|
| Fokus | Otot & seluruh tubuh | Titik saraf di kaki/tangan |
| Teknik | Usapan, remasan, pergeseran otot | Tekanan titik tertentu |
| Manfaat utama | Relaksasi & mengurangi pegal | Menstimulasi organ tubuh |
| Rasa | Lembut & menenangkan | Kadang sakit di titik tertentu |
| Durasi | 60–90 menit | 30–60 menit |
| Media | Minyak pijat atau lotion | Jarang memakai minyak |
Tabel ini memudahkan kita melihat bahwa meskipun keduanya sama-sama bermanfaat, fokus terapinya benar-benar berbeda.
4. Perbedaan Pijat dan Pijat Refleksi dari Teknik dan Gerakan
Teknik Pijat Biasa
Dalam pijat biasa, terapis menggunakan kombinasi gerakan berikut:
-
Effleurage: usapan lembut panjang
-
Petrissage: meremas otot
-
Tapotement: tepukan lembut
-
Friction: tekanan mendalam pada titik otot
-
Vibration: getaran lembut
Gerakan-gerakan ini bertujuan untuk membuat tubuh lebih rileks dan mengurangi ketegangan otot.
Teknik Pijat Refleksi
Berbeda dengan pijat biasa, pijat refleksi lebih fokus pada:
-
Tekanan mendalam pada titik tertentu di kaki
-
Gerakan memutar pada titik saraf
-
Tekanan pulas menggunakan ibu jari
-
Stimulasi merata untuk organ tertentu
Terapis harus memiliki pengetahuan tentang peta refleksi untuk melakukan teknik ini dengan benar.
5. Perbedaan Pijat dan Pijat Refleksi Berdasarkan Manfaat
Manfaat Pijat Biasa
-
Mengurangi nyeri otot dan sendi
-
Melonggarkan otot yang tegang
-
Meningkatkan fleksibilitas
-
Mengurangi kecemasan
-
Meningkatkan kualitas tidur
-
Mengurangi sakit kepala tegang (tension headache)
Manfaat Pijat Refleksi
-
Melancarkan peredaran darah
-
Membantu kerja organ tubuh seperti liver, ginjal, dan usus
-
Mengurangi tekanan darah
-
Membantu masalah pencernaan
-
Mengurangi migren
-
Meningkatkan energi dan vitalitas
-
Mengeluarkan racun dalam tubuh
Secara umum, pijat biasa lebih fokus pada otot, sedangkan pijat refleksi fokus pada organ dan sistem saraf.

6. Sensasi yang Dirasakan: Mana yang Lebih Nyaman?
Banyak orang menganggap pijat biasa lebih nyaman karena gerakannya menenangkan. Kamu mungkin akan merasa:
-
hangat
-
rileks
-
ringan
-
mengantuk
Sementara itu, pijat refleksi bisa membuat beberapa titik terasa nyeri atau cenut-cenut, terutama jika organ terkait sedang bermasalah. Namun, sensasi ini biasanya akan membuat tubuh terasa lebih ringan setelah selesai.
7. Durasi dan Frekuensi Perawatan
Pijat Biasa
-
1–2 kali seminggu
-
60 hingga 90 menit
-
Cocok setelah aktivitas berat
Pijat Refleksi
-
1–3 kali seminggu
-
30 hingga 60 menit
-
Cocok untuk terapi kesehatan organ
Frekuensi pijat refleksi bisa lebih sering karena tidak melibatkan otot besar yang bisa lelah saat dipijat terlalu sering.
8. Media yang Digunakan: Minyak vs Tanpa Minyak
Pada Pijat Biasa
Terapis sering menggunakan:
-
minyak zaitun
-
minyak kelapa
-
essential oil
-
lotion
Media ini membantu gerakan tangan menjadi lebih halus dan menghindari iritasi kulit.
Pada Pijat Refleksi
-
Jarang menggunakan minyak
-
Lebih mengandalkan tekanan langsung
-
Kadang menggunakan balsem atau minyak kayu putih untuk sensasi hangat
Penggunaan media berbeda karena pijat refleksi tak membutuhkan gerakan meluncur.
9. Kapan Harus Memilih Pijat Biasa?
Pilih pijat biasa jika kamu:
-
sering pegal-pegal
-
bekerja seharian di depan laptop
-
kurang tidur
-
stres atau merasa tegang
-
ingin relaksasi menyeluruh
-
ingin mengatasi nyeri punggung, leher, atau kaki
Jenis pijat ini cocok untuk menenangkan tubuh dan pikiran secara keseluruhan.
10. Kapan Harus Memilih Pijat Refleksi?
Pilih pijat refleksi jika kamu:
-
sering masuk angin
-
sering sakit perut atau gangguan pencernaan
-
mengalami migren
-
ingin menjaga kesehatan organ internal
-
cepat lelah dan kurang energi
-
ingin terapi kesehatan non-obat
Pijat refleksi cocok sebagai terapi yang memperbaiki keseimbangan tubuh.
11. Apakah Keduanya Bisa Digabung?
Ya, banyak spa dan terapis menggabungkan keduanya untuk hasil maksimal.
Contohnya:
-
Pijat Biasa 30 menit → untuk melonggarkan otot
-
Pijat Refleksi 30 menit → untuk menstimulasi organ tubuh
Kombinasi ini memberikan manfaat relaksasi sekaligus kesehatan organ internal.
12. Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada yang benar-benar “lebih baik”, karena semuanya tergantung kebutuhan kamu.
-
Jika ingin relaksasi → pijat biasa
-
Jika ingin efek penyembuhan organ → pijat refleksi
-
Jika ingin manfaat lengkap → kombinasi keduanya
Yang paling penting adalah memilih terapis berpengalaman untuk hasil perawatan yang aman dan efektif.
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa Perbedaan Pijat dan Pijat Refleksi sangat jelas dari segi teknik, manfaat, fokus perawatan, hingga sensasi yang dihasilkan.
-
Pijat biasa berfokus pada relaksasi otot.
-
Pijat refleksi berfokus pada stimulasi titik saraf yang terhubung dengan organ tubuh.
Keduanya memiliki manfaat masing-masing dan bisa menjadi pilihan yang tepat sesuai kebutuhan tubuh. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa memilih jenis perawatan terbaik untuk meningkatkan kesehatan dan kenyamanan tubuhmu.