Pijat telah menjadi bagian dari budaya kesehatan Indonesia sejak lama. Sayangnya, popularitasnya juga melahirkan banyak mitos yang beredar di masyarakat — mulai dari anggapan bahwa pijat hanya untuk orang sakit, hingga keyakinan bahwa makin sakit saat dipijat berarti makin bagus hasilnya.
Supaya kamu tidak salah kaprah, artikel ini merangkum beberapa mitos paling umum tentang pijat beserta penjelasan faktanya.
Mitos: Banyak orang percaya bahwa pijat yang baik harus terasa sangat sakit, bahkan sampai memar.
Fakta: Tidak sepenuhnya benar. Pijat yang tepat memang bisa terasa sedikit nyeri saat menekan titik otot yang kaku, namun rasa sakit yang berlebihan justru membuat otot menegang lebih kuat sebagai reaksi pertahanan tubuh. Pijatan yang baik adalah pijatan dengan tekanan yang cukup kuat tetapi tetap nyaman, dan kamu selalu bisa meminta terapis menyesuaikan tekanannya.
Mitos: Pijat dianggap sebagai "obat" yang hanya dibutuhkan saat badan sedang tidak enak badan.
Fakta: Pijat bermanfaat bagi siapa saja, termasuk tubuh yang sehat. Manfaatnya mencakup membantu melepas ketegangan otot, meningkatkan relaksasi, mendukung kualitas tidur, hingga menjaga suasana hati. Banyak orang rutin melakukan pijat justru sebagai bentuk perawatan diri preventif, bukan sekadar pengobatan.
Mitos: Ada anggapan bahwa jika sudah sering dipijat, tubuh akan "bergantung" dan tanpa pijat badan jadi cepat pegal lagi.
Fakta: Ini keliru. Pijat tidak mengubah struktur atau kekuatan ototmu. Rasa pegal yang kambuh biasanya lebih disebabkan oleh pola aktivitas seperti duduk terlalu lama, posisi kerja yang kurang ergonomis, atau kurangnya peregangan. Pijat justru membantu memutus siklus ketegangan tersebut.
Mitos: Konon minuman dingin setelah pijat akan membuat minyak pijat atau "angin" mengendap di dalam tubuh.
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah bahwa minuman es membatalkan efek pijat. Meski begitu, banyak praktisi tradisional menyarankan air hangat setelah pijat karena terasa lebih menyenangkan dan membantu tubuh tetap rileks. Jadi ini lebih ke preferensi, bukan larangan mutlak.
Mitos: Hanya orang tertentu dengan bakat bawaan yang bisa memijat dengan benar.
Fakta: Pijat profesional adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih. Terapis yang baik memahami anatomi otot, teknik tekanan yang tepat, serta cara berkomunikasi dengan pelanggan untuk menyesuaikan treatment. Yang penting adalah memilih terapis berpengalaman dari penyedia layanan tepercaya.
Mitos: Pijat aman untuk semua kondisi tanpa kecuali.
Fakta: Sebagian besar orang aman dipijat, namun ada kondisi tertentu yang perlu kehati-hatian seperti demam tinggi, luka terbuka, radang akut, atau kondisi medis tertentu. Ibu hamil juga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau bidan. Selalu informasikan kondisi tubuhmu kepada terapis sebelum sesi dimulai.
Pijat adalah cara relaksasi yang aman dan bermanfaat jika dilakukan dengan teknik yang tepat oleh terapis yang kompeten. Jangan biarkan mitos membuat kamu ragu untuk mencoba — tapi juga jangan asal memilih layanan. Utamakan penyedia yang profesional, terapisnya berpengalaman, dan komunikatif soal kondisi tubuhmu.
Jemari Home Spa menghadirkan layanan pijat panggilan dengan terapis terlatih yang siap datang ke lokasimu di area Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Tekanan pijatan bisa disesuaikan dengan kenyamananmu, mulai dari ringan hingga kuat.
Jadwalkan sesi relaksasimu sekarang melalui jemarihomespa.com, atau booking mudah lewat Traveloka, Klook, dan Tiket.com.
1. Apakah normal merasa sedikit nyeri saat dipijat?
Ya, tekanan pada otot yang kaku memang bisa terasa nyeri ringan. Namun nyeri harusnya masih dalam batas nyaman — sampaikan ke terapis jika terlalu kuat.
2. Apakah boleh pijat saat sedang masuk angin?
Bisa. Pijat tradisional dan kerokan justru sering dipilih saat badan terasa masuk angin. Namun jika demam tinggi, sebaiknya konsultasi dulu.
3. Apakah pijat bisa menghilangkan lemak atau mengecilkan badan?
Tidak. Pijat bukan metode penurunan berat badan. Manfaat utamanya adalah relaksasi dan pelepasan ketegangan otot.
4. Berapa lama efek pijat terasa?
Perasaan ringan dan rileks umumnya langsung terasa setelah sesi. Untuk keluhan pegal kronis, beberapa sesi bertahap biasanya memberikan hasil lebih optimal.
Instal aplikasi untuk akses dashboard & kasir yang lebih cepat, responsif, dan stabil.
Langkah mudah menginstal Aplikasi Jemari Spa: